Progres Tetap Berjalan di Tengah Tekanan Anggaran, Pemkab Kukar Dorong Pemerintah Pusat Ambil Alih Pembiayaan Jembatan Sebulu
(Proses pembangunan Jembatan Sebulu/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Di bawah kepemimpinan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, pembangunan di Kukar terus bergerak meski menghadapi tekanan anggaran.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan program strategis, Pemkab Kukar kini mendorong pemerintah pusat untuk mengambil alih pembiayaan Jembatan Sebulu, sebagai langkah memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan wilayah.
Selain itu upaya ini
ditempuh untuk menjaga keberlanjutan proyek strategis tersebut di tengah
penurunan kapasitas fiskal daerah.
Bupati Kukar Aulia Rahman
Basri mengatakan progres pembangunan tetap berjalan, namun percepatan
membutuhkan dukungan pendanaan tambahan.
Karena itu, Pemkab Kukar
telah berkomunikasi langsung dengan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio
Djiwandono untuk membuka peluang intervensi anggaran pusat.
“Progresnya tetap
berjalan. Memang anggaran kita sedang turun, tetapi tadi juga kami sampaikan
posisi strategis Pak Budisatrio,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Aulia mengungkapkan,
usulan pengalihan pembiayaan ke pusat mendapat respons positif. DPR RI disebut
aktif meminta data-detail konstruksi sebagai dasar memperjuangkan skema
pendanaan APBN.
“Tiga hari lalu beliau
menghubungi kami untuk meminta data-data jembatan tersebut, dan sudah kami
kirimkan,” kata Aulia.
Dari hasil perhitungan,
penyelesaian Jembatan Sebulu masih membutuhkan hampir Rp500 miliar. Meski
begitu, Pemkab Kukar memastikan pengerjaan tetap dilanjutkan sesuai kemampuan
APBD tahun depan sambil menunggu keputusan pusat.
“Kita lakukan segala upaya
agar jembatan ini bisa terealisasi. Kita membutuhkan hampir Rp500 miliar lagi
untuk penyelesaiannya. Tahun depan, sesuai kemampuan daerah, progres akan tetap
dijalankan,” tegasnya.
Aulia menjelaskan, bagian
bentang tengah merupakan tahap paling krusial. Instrumen tersebut tidak dapat
dikerjakan bertahap dan memerlukan proses satu tahun penuh: mulai dari
fabrikasi, pemasangan, hingga uji ketahanan sebelum jembatan dinyatakan layak
digunakan.
Ia menilai dukungan pusat
dapat mempercepat seluruh rangkaian tersebut.
“Alhamdulillah, Pak
Budisatrio menyambut baik rencana penyelesaian jembatan ini. Dengan adanya
dukungan pusat dan daerah, progres jembatan dapat terus maju,” ungkapnya.
Aulia menambahkan,
Jembatan Sebulu menjadi salah satu infrastruktur strategis karena membuka jalur
penting yang menghubungkan Kutai Timur-Sebulu–Samarinda.
Kehadiran jembatan ini
disebut akan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, arus logistik, dan
pertumbuhan ekonomi kawasan tengah Kukar.
Saat ini progres
konstruksi mencapai 20%. Pemkab Kukar menargetkan pekerjaan dapat tuntas dalam
dua tahun mendatang.
“Kami ingin secepatnya,
tapi melihat kondisi anggaran, mudah-mudahan dalam dua tahun ke depan bisa
selesai,” tutup Aulia. (Adv/Tan)